Perempuan yang Menyimpan Langit - Episode 18 : Kopi yang Dingin dan Rokok yang Padam - Karya R. Abim

  Cerber: Perempuan yang Menyimpan Langit


Episode 17 Sebelumnya :
Surat Terakhir di Tepi Sawah


Episode 18 : Kopi yang Dingin dan Rokok yang Padam

Sore itu, langit tampak tenang — terlalu tenang untuk hati yang baru saja retak.
Rama duduk di bangku bambu depan rumah, ditemani secangkir kopi yang tak lagi berasap. Di sampingnya, amplop putih lusuh tergeletak. Tak ada nama pengirim, hanya undangan berbingkai emas di dalamnya.

Ia membacanya perlahan, huruf demi huruf, seperti menelan racun yang sudah dikenalnya sejak lama.
Nama Saras Wening tercetak jelas di sana, di samping nama lelaki yang tak pernah ia kenal.

Rama diam.
Lalu menyalakan rokok, menarik asap dalam-dalam —
seolah berharap nikotin bisa menenangkan gelombang dadanya yang tak lagi bisa dijelaskan dengan logika.

“Jadi… akhirnya begini caranya waktu memisahkan kita,” gumamnya pelan.

Ia menatap kopi yang mulai dingin di cangkir, lalu rokok di tangannya yang sudah hampir habis.
Dua-duanya tak lagi memberi rasa.
Ia padamkan rokok itu sebelum bara terakhir mati sendiri — karena baginya, tak semua yang redup harus dibiarkan membakar habis.

Di luar, langit sore berganti jingga.
Angin menelusup masuk lewat jendela, membawa aroma tanah basah dan suara ayam pulang ke kandang.
Rama memandang ke kejauhan — sawah yang dulu jadi tempat ia menulis surat terakhir.
Kini sawah itu sunyi, sepi dari tawa, hanya menyisakan pantulan langit yang perlahan gelap.

Ia memetik gitar tua di pangkuannya.
Nadanya pelan, tak lagi berambisi menjadi lagu.
Cuma bunyi samar dari hati yang kehilangan arah.

“Saras… mungkin kamu takkan pernah tahu,”
“cinta yang kurelakan bukan berarti aku berhenti mencintaimu.”

Hujan mulai turun, tipis-tipis, membasahi tanah yang dulu sering mereka injak bersama.
Rama tersenyum getir, menatap rokok padam di ujung meja, dan berbisik lirih:

“Selamat menempuh bahagia, Sar… semoga langit masih menyimpan namamu di sudut yang sama.”


Selanjutnya Episode 19 :

Posting Komentar

0 Komentar

Advertising