Cerber: Perempuan yang Menyimpan Langit
Episode 12 Sebelumnya :
Biduk Cinta dan Angin Buritan
Hari itu laut memantulkan warna langit yang jingga, seolah Tuhan sedang melukis sore dengan kuas penuh cinta.
Rama dan Saras ikut rombongan sekolah ke pantai Tanjung Kodok — bukan berdua, tapi dunia seakan tahu, bahwa di antara puluhan remaja yang tertawa dan berfoto, hanya dua hati yang sedang berbicara diam-diam.
Rama membawa gitar kesayangannya, yang senarnya sudah karatan di ujung, tapi nadanya masih jujur.
Saras duduk di tepi karang, kakinya terendam air laut, sementara matahari perlahan tenggelam, memberi cahaya keemasan pada wajahnya.
“Rama, lautnya seperti tahu rahasia kita,” bisik Saras.
Rama tersenyum, menunduk, lalu memetik gitar pelan.
“Kau datang seperti senja,
tak pernah lama, tapi selalu meninggalkan cahaya.
Jika nanti malam menjemput,
biarlah hatiku jadi bianglala —
memantulkan warna cintamu, meski hujan turun di dada.”
Teman-teman mereka bersorak, mengira Rama hanya sedang berlagu biasa.
Tapi Saras tahu, lagu itu bukan sekadar nada — itu adalah pengakuan.
Ia menatap Rama lama, matanya berbicara: Aku percaya padamu.
Malam turun perlahan. Dari kejauhan, bianglala karnaval berputar di dekat pelabuhan kecil, lampunya berwarna-warni menari di atas laut.
Rama menggenggam tangan Saras diam-diam, di balik gelap dan riuh suara ombak.
Mereka berdua menatap bianglala itu bersama.
“Kalau suatu hari aku hilang arah, ingatlah warna bianglala ini, Saras,” kata Rama pelan.
Saras menunduk, suaranya bergetar, “Aku akan menunggu, di warna ungu… warna terakhir sebelum malam.”
Dan di bawah langit jingga yang berubah menjadi ungu, dua hati muda itu menulis janji.
Janji yang sederhana, tapi kelak — akan menjadi kisah panjang antara setia dan kehilangan.
Catatan Pena:
Cinta mereka seperti bianglala di atas lautan — indah, berputar, tapi tak bisa selamanya tinggal di langit.
Angin kehidupan segera datang membawa ujian, dan Rama–Saras harus belajar, bahwa menjaga janji lebih sulit daripada mengucapkannya.
Fatamorgana Kota Baru

0 Komentar