Perempuan yang Menyimpan Langit - Episode 11 : Senja di Bawah Pohon Flamboyan - Karya R. Abim

  Cerber: Perempuan yang Menyimpan Langit


Episode 10 Sebelumnya :
Merpati Putih di Lapangan Sekolah


Episode 11 : Senja di Bawah Pohon Flamboyan

Tahun kedua SMA.
Rama dan Saras mulai sering bertemu dalam kegiatan antar sekolah—lomba baca puisi, pentas teater, dan pelatihan OSIS. Dunia mereka yang dulu terpisah kini perlahan menyatu lewat bait-bait kata dan senyum yang sulit disembunyikan.

Sore itu, di bawah pohon flamboyan yang gugur merah di halaman sekolah, Rama dan Saras duduk berdua. Di antara kertas coretan puisi dan hembusan angin sore, mereka menulis bersama:

“Senja bukan tentang matahari yang pergi,
tapi tentang hati yang belum sempat mengucap selamat tinggal.”

Daun flamboyan jatuh di antara mereka, seolah ikut menandai babak baru cinta muda yang masih suci dan malu-malu.
Waktu seakan berhenti, membiarkan dua hati belajar bagaimana diam bisa lebih jujur dari seribu kata.

Dan ketika lonceng magrib terdengar dari kejauhan, Rama menatap Saras pelan, sebelum berkata lirih,

“Entah kenapa, setiap kali daun gugur, aku selalu mengingatmu.”

Saras tersenyum, menunduk, menyembunyikan degup yang tak sempat dijawab oleh kata.
Sementara flamboyan terus meneteskan senja — dan cinta mereka, pelan-pelan, tumbuh di antara guguran warna merah yang tak lekang oleh waktu.


Selanjutnya Episode 12 :

Posting Komentar

0 Komentar

Advertising