Cerber : Ketika Hujan Menyebut Namamu
Episode 6 : Rendra Membaca Pesan Itu
Pagi itu, Rendra sedang memulihkan backup WhatsApp lama dari ponsel Android-nya. Ia hanya ingin mencari nomor rekan kerja, tapi tiba-tiba muncul satu nama yang membuat jantungnya berhenti sejenak:
Nayla.
Ia membuka. Kotak chat itu sunyi. Hanya muncul tulisan:
“Pesan ini belum terkirim.”
Di bawahnya, ada file voice note berdurasi 2 menit 43 detik. Ia menekan tombol play.
Suara Nayla terdengar pelan, seperti datang dari masa lalu yang berdebu:
“Ren… mungkin kau tak ingin tahu, tapi aku ingin jujur…”
Rendra terpaku. Setiap kalimat seperti hujan kecil yang menetes di hatinya.
Ia melihat tanggal rekaman itu: 18 Maret 2023, tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27.
Hari yang dulu ia habiskan sendirian di sebuah kafe, menatap hujan yang jatuh tanpa suara.
Tangan Rendra gemetar. Ia menemukan pula catatan teks terakhir dari Nayla di folder cloud:
“Maafkan aku. Aku terlalu sombong untuk berkata aku masih mencintaimu.”
Ia menarik napas panjang.
Dunia digital yang penuh notifikasi itu mendadak sunyi.
Yang tersisa hanyalah keheningan dan satu kesadaran getir:
bahwa beberapa pesan memang ditakdirkan untuk tidak terkirim —
bukan karena jaringan lemah,
tetapi karena hati yang belum siap menerima sinyalnya.
Rendra menatap langit pagi dari jendela.
Di luar, matahari muncul pelan.
Ia berbisik lirih:
“Nay… aku sudah mendengar pesanmu, meski kau tak pernah mengirimnya.”

0 Komentar