![]() |
| Wakil-Dekan-III-FIB-Paparkan-Rencana-Kegiatan-HISKI Komisariat Surabaya Tahun 2026 (Sumber : unair.ac.id) |
Surabaya.Sastratetesembun.web.id || Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Dewi Meyrasyawati, SS., MA., M.Hum., Ph.D., memaparkan rencana kegiatan strategis tahun 2026 yang berfokus pada penguatan kajian sastra dan budaya dalam konteks global. Pemaparan tersebut disampaikan dalam kegiatan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Surabaya yang berlangsung pada Jumat, 10 April 2026, melalui platform Zoom Meeting. Seperti dilansir dari unair.ac.id
Rancangan Program Seminar Nasional Trio HISKI 2026
Dalam kesempatan tersebut, Dewi yang juga menjabat sebagai Ketua HISKI Komisariat Surabaya menegaskan pentingnya membangun fondasi akademik yang kokoh sebagai langkah utama dalam mengembangkan kajian sastra dan budaya. Menurutnya, penguatan basis keilmuan menjadi kunci agar kajian sastra tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga mampu merespons dinamika global yang terus berkembang.
Ia juga mengungkapkan perkembangan keanggotaan HISKI Komisariat Surabaya selama periode Mei 2025 hingga April 2026. Saat ini, organisasi tersebut memiliki total 21 anggota yang terdiri atas enam anggota baru dan 15 anggota lama yang kembali melakukan aktivasi keanggotaan tahunan. Dewi menilai hal ini sebagai indikator positif dalam menjaga keberlanjutan komunitas akademik.
“Keberadaan anggota baru sekaligus partisipasi aktif anggota lama menjadi bagian dari strategi organisasi dalam mempertahankan eksistensi dan kesinambungan HISKI sebagai wadah keilmuan,” jelasnya.
Selain membahas penguatan internal organisasi, Dewi juga memaparkan salah satu program unggulan yang akan menjadi fokus kegiatan pada tahun 2026, yaitu Seminar Nasional Trio HISKI. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada 15 Juli 2026 di Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga.
Seminar nasional tersebut akan mengusung tema besar “Kajian Sastra dan Budaya di Era Transformasi Global.” Tema ini dipilih untuk menjawab berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi di tingkat global, khususnya yang berdampak pada perkembangan sastra dan budaya.
Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa seminar ini akan menghadirkan sejumlah subtema yang berkaitan dengan isu-isu kontemporer. Di antaranya meliputi hubungan antara sastra dan krisis global, dampak transformasi teknologi digital terhadap praktik budaya, dinamika politik budaya, hingga peran budaya populer dalam ekonomi kreatif. Ragam subtema ini diharapkan mampu membuka ruang diskusi yang luas dan mendalam bagi para akademisi maupun praktisi.
Seminar Nasional Trio HISKI 2026 tidak diselenggarakan secara mandiri, melainkan melalui kolaborasi lintas institusi. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara HISKI Komisariat Surabaya dengan Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Selain itu, jaringan HISKI dari berbagai wilayah lain seperti Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Malang juga turut berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Kolaborasi ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antar lembaga dalam mengembangkan kajian sastra dan budaya secara lebih luas dan terintegrasi. Dengan melibatkan berbagai pihak, seminar ini diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang beragam dan memperkaya diskursus akademik.
Dari sisi narasumber, Seminar Nasional Trio HISKI 2026 direncanakan menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka yang memiliki kompetensi di bidangnya. Beberapa di antaranya adalah Prof. Aquarini Priyatna, Wahyu Widodo, Dr. Titien Diah Soelistyarini, serta Dr. Puji Karyanto. Kehadiran para pembicara ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif serta memperdalam pemahaman peserta mengenai dinamika sastra dan budaya di tengah arus globalisasi.
Perkuat Peran Akademik dalam Bidang Sastra dan Budaya
Melalui penyelenggaraan seminar ini, HISKI Komisariat Surabaya bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga berharap dapat memperkuat peran akademik dalam bidang sastra dan budaya. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan-gagasan kritis yang relevan dengan tantangan zaman.
Lebih jauh, Dewi menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi antara HISKI dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan ilmiah lainnya, seperti seminar lanjutan, penelitian bersama, kajian tematik, hingga publikasi akademik.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kontribusi akademik, khususnya dalam pengembangan kajian sastra dan budaya. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, diharapkan peran institusi akademik tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam memahami dan merespons perubahan global yang semakin kompleks.

0 Komentar